Kamis, 05 Desember 2013
Rabu, 04 Desember 2013
Peralatan Jaringan
Jaringan Komputer
Jaringan
komputer (jaringan) adalah
sebuah sistem yang terdiri atas banyak komputer yang didesain untuk
dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (email, pesan instan),
dan dapat mengakses informasi(peramban web).
tujuan dari jaringan komputer, yaitu :
a. Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian
printer, CPU, memori, harddisk
b. Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant
messaging, chatting
c. Akses informasi: contohnya web browsing
Terdapat sejumlah
perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah LAN. Penggabungan
perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur LAN.
Contoh Peralatan
Jaringan Komputer antara lain :
1.· NIC
(Network Interface Card)
NIC (Network Interface Card) atau yang biasa disebut
LAN card.
berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah
jaringan komputer. Komponen ini biasanya sudah terpasang secara onboard di
beberapa komputer atau laptop.
Gambar Kartu NIC
2.· Kabel Jaringan
Kabel dalam sebuah jaringan digunakan sebagai media
penghubung. Meskipun sekarang sudah ada teknologi tanpa kabel (wireless
Kabel Jaringan), namun kabel masih sering digunakan karena mudah dalam
pengoperasiannya. Ada beberapa macam tipe kabel yang biasa digunakan untuk
membangun sebuah jaringan komputer seperti :
a. Kabel Twisted Pair
Kabel Twisted Pair ini terdiri dari beberapa kabel
yang saling melilit. Ada dua jenis kabel yang termasuk dalam tipe kabel ini
yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dengan lapisan alumunium foil dan Unshielded
Twisted Pair (UTP). Kedua jenis kabel twisted pair ini pada dasarnya sama,
bedanya hanya kabel UTP rentan terhadap medan magnet atau voltase yang tinggi
sedangkan kabel STP tidak.
Gambar Kabel Twisted Pair
b. Kabel Coaxial
Tampilan fisik kabel ini terdiri dari kawat tembaga
sebagai inti yang dilapisi oleh isolator dalam lalu dikelilingi oleh konduktor
luar kemudian dibungkus dengan bahan semacam PVC sebagai lapisan isolator
paling luar. Untuk penggunaan kabel coaxial ini sudah jarang digunakan karena
pada umumnya orang membangun jaringan komputer dengan kabel twisted pair.
Gambar Kabel Coaxial
c. Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber optic adalah
sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan
mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada kabel biasa,
biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone (Tulang Punggung) karena
dibutuhakan kecepatan yang lebih dalam dari jaringan ini, namun pada saat ini
sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN
maupun MAN karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan
bandwith karena fiber optic ini menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data
yang melewatinya dan sudah barang tentu kecepatan cahaya tidak diragukan lagi
namun untuk membangun jaringan dengan fiber optic dibutuhkan biaya yang cukup
mahal dikarenakan dibutuhkan alat khusus dalam pembangunannya.
Gambar Kabel Fiber Optic
3. Konektor
Konektor digunakan sebagai sarana penghubung antara
kabel dengan colokan NIC (Network Interface Card) yang ada pada komputer Anda.
Jenis konektor ini disesuaikan dengan tipe kabel yang digunakan misalnya Konektor
RJ-45 berpasangan dengan kabel UTP/STP, konektor BNC/T berpasangan dengan kabel
coaxial dan konektor ST berpasangan dengan kabel fiber optic.
Gambar
Konektor RJ 45
4. Switch
Switch jaringan (atau switch untuk
singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan
(penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan
alamat MAC).
Gambar Switch
b. Karakteristik Switch
Switch utamanya disajikan untuk ethernet. Memiliki
konfigurasi port yang beragam dari 5 port hingga puluhan port. Juga mendukung
kecepatan 10 Mbps, 100 Mbps atau keduanya (dual speed).
Karakterisktik Switch :
1.
Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data
Link Layer)
2.
Dapat menginspeksi data yang diterima
3.
Dapat menentukan sumber dan tujuan data
4.
Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga
akan menghemat bandwith.
5.
Dapat menangani lebih dari dua port dan
lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan.
c. Cara Kerja Switch
Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge
karena mempunyai collision domain dan broadcast domaintersendiri,
dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara
menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan
komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan
hub yang sudah terpasang pada jaringan
d. Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan
Klien Performance: Karena sistem tertentu yang melekat
pada switch hanya melihat informasi secara eksplisit ditujukan kepada NIC, ada
sedikit overhead waktu yang dihabiskan membuang paket yang tidak perlu membaca.
Throughput yang lebih tinggi: Karena hanya lalu lintas yang relevan diturunkan
jaringan setiap pelabuhan, setiap NIC mendapatkan paket sendiri dikirimkan ke
switch secara independen satu sama lain terikat dengan NIC beralih. Ini berarti
sebuah tombol dapat mengatur volume total yang lebih besar data dalam transit
pada waktu tertentu.
Kekurangan
Switch: Jika saklar cukup mahal untuk memasukkan “port
mirroring” kemampuan, suatu sniffer adalah penggunaan terbatas pada sebuah
switch karena switch secara otomatis menyaring lalu lintas yang ingin diperoleh
sniffer.
1. Modem ( Modulator
Demodulator)
Modem adalah singkatan dari Modulator-Demodulator.
Modulate adalah proses penerjemahan data dari digital ke analog sehingga bisa
ditransmisikan. Demodulate adalah sebaliknya, proses menerjemahkan dari analog
ke digital.
Gambar
Modem
b. Karakteristik Modem
1. Mekanik
2. Elektrik
3. Fungsional
4. Prosedural
Kegunaan / Fungsinya :
•
Mekanik
: hubungan fisik antara DTE-DCE
•
Elektrik : level
voltase & waktu perubahan voltase DTE-DCE harus sama,
misal NRZ-L
•
Fungsional :
fungsi DCE dalam kategori data, kontrol, waktu, dan ground.
•
Prosedural :
urutan kejadian dalam mentransmisikan data
c. Cara Kerja Modem
Modem berasal dari
singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan
bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier)
dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan
sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang
diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem
merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua
arah.
Dalam kerjanya, modem melakukan proses modulasi dan
demodulasi terhadapdata yang dipancarkan. Modem menerima rangkaian pulsa biner
dari periferal komputer, kemudian memodulasikarakteristik sinyal analog (level
tegangan, frekuensi atau fasa) agar dapat disalurkan melalui saluran telepon
atau cablelines. Sedangkan pada si penerima, sinyal yang ditumpangi ini oleh
rangkaian demodulator dipisahkan kembali dari sinyal yang menumpanginya
sehingga dapat dibaca oleh komputer, proses ini dinamakan demodulasi.
Standarisasi darimodulasi dewasa ini berfungsi untuk mencapai kecepatan yang
lebih baik lagi. Pada awalnya kecepatan dari modem ini adalah 300 bps dan
dewasa ini telah mencapai 56 Kbps. Kecepatan modem itu sendiri sekarang ini
sudah cukup cepat dibanding dahulu, tetapi untuk penggunaannya di Indonesia
masih dibatasi dengan kurang bagusnya jaringan telepon yang tersedia. Saat ini
kecepatan modem yang sering digunakan di Indonesia adalah sebesar 56Kbps,
tetapi dengan kondisi jaringan telepon yang ada, kecepatan tersebut mungkin
maksimal hanya sekitar 33.6 Kbps saja.
d. Keuntungan dari Modem
Keuntungan dari akses jaringan internet lewat cable
modem juga meliputi semua keuntungan koneksi internet dengan menggunakan
telephone modem yang umum digunakan saat ini untuk rumah tangga, namun tidak
lagi dibutuhkan saluran telepon untuk internet, sehingga saluran telepon tidak
selalu sibuk, ditambah lagi dengan kecepatannya yang tinggi, dan waktu koneksi
yang tidak dibatasi. Namun hal yang terakhir ini bisa juga merupakan kerugian
jika ditinjau dari sisi lain, hal ini akan kita bahas
kemudian.
Satu lagi keuntungan yang agak menonjol dari cable
modem adalah bahwa satu cable modem bisa dipakai bersama-sama oleh beberapa
komputer sekaligus, misalnya jika anda mempunyai lebih dari satu komputer di
rumah yang terhubung dengan jaringan lokal kecil-kecilan, maka seluruh jaringan
tersebut bisa menikmati internet juga. Hal ini biasanya dilakukan dengan
memasang sebuah Hub ke cable modemnya, kemudian komputer-komputernya
dihubungkan ke Hub tersebut. Tentu saja anda bisa juga melakukan hal ini dengan
telephone modem biasa, tetapi ukuran bandwidthnya jauh lebih kecil daripada
cable modem, sehingga tidak efektif karena hanya sedikit data yang bisa lewat
dalam satu saat, apalagi jika komputernya cukup banyak.
Selain digunakan di rumah tangga, tentu saja cable
modem memiliki peluang besar untuk digunakan di area lain, misalnya bisnis.
Kantor-kantor yang masih menggunakan ISDN atau teknologi lain yang sekelas
dengan cable modem tetapi lebih mahal, akan sangat senang jika ada solusi cable
modem dengan harga yang lebih murah.
e. Kerugian Dan Solusinya
Apabila anda tidak ingin seluruh anggota keluarga,
terutama anak-anak, untuk mengakses jaringan internet tanpa pengawasan (atau di
luar jam-jam yang ditentukan), ini adalah hal yang patut dipertimbangkan.
Masalah ini tidak terlalu sulit dipecahkan jika anda
menggunakan Operating System yang menggunakan konsep multi-user, seperti
misalnya Linux, di mana anda bisa membuat beberapa user (mungkin sejumlah
anggota keluarga anda), yang masing-masing diberi hak berlainan. Namun tentunya
pengguna Operating System seperti itu belum banyak untuk rumah tangga yang pada
umumnya menggunakan Operating System Windows atau Macintosh.
Solusi lainnya mungkin tidak seefektif jika anda
menggunakan OS multi-user, tetapi biasanya dilakukan melalui pembatasan dari
program pengakses internet, contohnya web browser (misalnya Netscape atau
Internet Explorer) dan program percakapan (misalnya mIRC), yaitu dengan
memasang password, yang hanya diketahui oleh anda, untuk menjalankannya, maka
setiap anggota keluarga lain akan menggunakan internet, harus dengan ijin anda.
Sepengetahuan penulis ada beberapa program shareware yang memang bertujuan
untuk memasang password untuk menjalankan program-program tertentu.
Program-program shareware bisa dicari di Download.com.
Kekurangan lain dari cable modem adalah kecepatan
upstream (data keluar) yang tidak sebanding dengan kecepatan downstream (data
masuk), hal ini membuat cable modem kurang sesuai jika dijadikan pilihan utama
untuk membuka server, misalnya web atau FTP server. Jika anda benar-benar
membutuhkan koneksi yang memadai untuk server, maka Anda sepertinya membutuhkan
koneksi T1 atau yang lebih baik.
6. Router
Router adalah sebuah
alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau
Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan
seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Gambar
Router
b. Karakteristik Router
ROUTER mempunyaikarakteristik alat sebagai berikut :
1. Mempunyai adaptor dan spesifikasi yang berbeda
2. Mempuyai internet in / WAN
3. Mempunyai internet out / LAN
4. Mempunyai reset switch
5. Mempunyai indikator porwer
6. Mempunyai antena (jika wirelles)
2. Mempuyai internet in / WAN
3. Mempunyai internet out / LAN
4. Mempunyai reset switch
5. Mempunyai indikator porwer
6. Mempunyai antena (jika wirelles)
c. Cara Kerja Router
Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni
mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan
menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi,
router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan
menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya
alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada
model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang
digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan
kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk
menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang
sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP
lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan
terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI.
Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen
jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk
menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum,
router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan
bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke
jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan
adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.
d. Keuntungan Dan Kerugian Router
Keuntungan Menggunakan Router
Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan router
pada jaringan adalah :
1. Isolasi trafik broadcast :
Kemampuan ini memperkecil beban jaringan karena trafik jenis ini dapat
diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2. Fleksibilitas : Router dapat
digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah
kelambatan waktu.
3. Pengaturan prioritas : Router
dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol
4. Pengaturan konfigurasi : Router
umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.
5. Isolasi masalah : Router
membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi diisolasi
pada LAN tersebut.
6. Pemilihan jalur : Router umumnya
lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua
sistem.
Kerugian Menggunakan Router
Kerugian yang terjadi dengan menggunakan router adalah
:
1. Tergantung pada protocol :
Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik
yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan.
2. Biaya : Router umumnya lebih
kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih
besar sehingga throughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripada bridge.
3. Pengalokasian alamat : Dalam
internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang
satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat jaringan pada sistem itu.
4. Sistem tak terjangkau : Penggunaan
routing table statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem
lain.
8. Repeater
Repeater adalah sebuah komponen yang berfungsi
memperkuat sinyal. Sinyal yang diterima dari satu segmen kabel LAN ke segmen
LAN berikutnya akan dipancarkan kembali dengan kekuatan sinyal asli pada segmen
LAN pertama sehingga dengan adanya repeater ini, jarak antara dua jaringan
komputer dapat diperluas.
Gambar
Repeater
7. Hub
Hub adalah sebuah
perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan
peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya
dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1)
pada model OSI.
Gambar
Hub
Karakteristik Hub :
1.
Tergolong peralatan Layer 1 dalam OSI model (Physical
layer).
2.
Tidak dapat membaca paket-paket data.
3.
Tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data.
4.
Hanya berperan menerima dan meneruskan data yang
masuk ke semua peralatan di jaringan termasuk yang mengirim data.
Dapat memperkuat sinyal elektrik data yang masuk
sebelum dikirimkan ke tujuan.
Cara Kerja Hub
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara
konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub
tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data
dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan
sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut
diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali
computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang
walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan
fungsi colossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A
ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data
dari port C ke port D, maka akan terjadi
tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalurbroadcast yang
sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman
ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang
terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan.
Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara
fisik, hubmempunyai lampu led yang mengindikasikan
terjadi collision.
Ketika
paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub,
maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya
sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi
ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang
tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia
menjadi semakin kecil untuk setiapport. Hal ini membuat pengiriman data
pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.
Langganan:
Postingan (Atom)










